|
|||||||||||||||
|
ADVERTISEMENT
|
NEW MARKET WITH 230.000.000 POPULATION IN INDONESIA
Potensi Pasar Indonesia Masih Besar Jakarta, Kompas - Bisnis makanan ringan (snack) masih sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Setidaknya jika dilihat rata-rata pertumbuhannya yang mencapai sekitar 13 persen per tahun.
Kepala Pemasaran Garudafood Group Budiman mengungkapkan hal itu di Jakarta, Kamis (26/1), ketika meluncurkan produk terbaru berbahan baku pisang, kentang, dan singkong.
Budiman mengatakan, bisnis makanan ringan semakin besar pasarnya dalam lima tahun terakhir ini. ”Garudafood ikut membesarkan pasar snack kacang di Indonesia yang menguasai 30 persen dari total pasar makanan ringan nasional,” kata Budiman.
Survei Corinthian Infopharma Corpora tahun 2005 menyebutkan, tahun 2003 pasar makanan ringan modern mencapai 53.600 ton. Setahun kemudian, pasarnya naik menjadi 59.500 ton. Sementara nilai bisnis tahun 2003 mencapai Rp 1,7 triliun, meningkat menjadi Rp 1,9 triliun pada tahun 2004.
Nilai bisnis itu dihasilkan oleh 124 perusahaan makanan ringan di Indonesia yang saat ini memiliki total kapasitas produksi sebanyak 144.400 ton.
Walaupun prospek bisnis makanan ringan terlihat cerah, Managing Director Operation Division Garudafood Hartono Atmadja menyatakan kekhawatirannya terhadap kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Pasalnya, kenaikan TDL sebesar 25 persen akan mengurangi laba kotor sekitar dua persen.
|
||||||||||||||
|
News and Article
|
|||||||||||||||
|
REGISTRATION @ INDONESIA Copyright 2008 vibizhosting.com, POWERED By JAFAM-ICT |
|||||||||||||||